pengantar sistem informasi

Nama : Weny ultafiah
Nim : 22 2013 241
Kelas : CA.13.2
BAB 1
PENGANTAR SISTEM INFORMASI
SEJARAH SISTEM INFORMASI
EVOLUSI PERANTI KERAS KOMPUTER
Komputer yang kita kenal sekarang dapat dilacak kembali ke sebuah mesin yang disebut Electronic NUmerial Integrator and Callculator-ENIAC, yang dikembangkan pada tahun 1946 oleh John W. Mauchly dan J. Presper Eckert, dua orang insinyur di University of Pennsylvania. ENIAC adalah pendahulu dari UNIVAC I Remington Rand, yang merupakan computer otomatis universal yan pertama kali dipasarkan secara luas. UNIVAC I yang pertama di pasang di sebuah organisasi pemerintah, Biro Sensus As (U.S Census Bureau), pada tahun 1951.
KOMPUTER BERUKURAN LEBIH KECIL
Para pengguna tidak di perkenankan untuk mengakses computer, yang disimpan disebuah fasilitas pusat komputasi. Para pengguna harus mengomunikasikan kebutuhan informsinya kepada spesialis informasi (information specialists) – karyawan yang memiliki tanggung jawab penuh dalam pengembangan dan pengoperasian sistem iformasi. Contoh spesialis informasi adalah analis sistem, pemograman (programmer), administrator bisnis data (database), spesialis jaringan , dan Webmaster.
Sistem skala kecil yang pertama disebut computer mini (minicomputer). Yang dengan cepat di ikuti oleh computer yang lebih kecil lagi yang disebut Komputer mikro (microcomputer), atau mikro (micro).
Hukum Moore (Moore’s Law)
Istilah Hukum Moore (Moore’s Law), dari Gordon Moore, salah satu pendiri Intel , muncul pada tahun 1960-an. Pada awalnya hukum ini menyatakan bahwa kerapatan penyimpanan sirkuit terintegrasi dari sebuah chip silicon akan meningkatkan dua kali lipat setiap tahunnya. Pada tahun 1970-an, tingkat pelipat gandaan telah meningkatkan menjadi 18
bulan, suatu tingkata yang terus berlangsung hingga hari ini. Arti hukum ini adalah bahwa kekuatan sebuah computer akan meningkat dua kali lipat setiap 18 bulan dengan mengeluarkan sejumlah biaya tertentu.
PENGANTAR ARSITEKTUR KOMPUTER
Intin dari sebuah computer adalah prosesornya. Prosesor yang di kendalikan oleh sebuah sistem operasi seperti Windows XP, mengelola alat input dan output, alat penyimpanan data, dan opreasi atas data. Unit Pemprosesan Sentral (Central Processing Unit- CPU) mengendalikan seluruh komponen lain. Memori Akses Acak (Random Access Memory-RAM) bertindak sebagai tempat kerja sementara bagi CPU, semakin besar area kerja, maka akan semakin cepat CPU menyelesaikan tugas-tugasnya.
PENGANTAR ARSITEKTUR KOMUNIKASI
Modem adalah sebuah alat peranti keras yang memodulasi sinyal dig ital dari sebuah computer (baik itu mati atau hidup, seperti sebuah saklar lampu) ke dalam sinyal analog (Suatu gelombang kontinu, misalnya bunyi suara), dan sebaliknya. Komunikasi antarkomputer yang tidak mempergunakan sistem telepon public biasanya akan jauh lebih cepat.
Figur 1.5 Arsitektur Komunikasi
EVOLUSI DI BIDANG APLIKASI COMPUTER
Sistem informasi adalah suatu sistem virtual yang memungkinkan manajemen mengendalikan operasi sistem fisik perusahaan. Sistem fisik (physical system) perusahaan terdiri atas sumber-sumber daya berwujud- bahan baku, karyawan, mesin dan uang. Sedangkan sistem virtual (virtual system) terdiri atas sumber daya informasi yang dipergunakan untuk mewakili sistem fisik. Sebagai contoh, sebuah ruang penyimpanan persediaan yang menyimpan barang-barang persediaan merupakan sistem fisik, dan file induk persediaan berbasis computer adalah suatu sistem virtual yang mencerminkan sistem fisik.
Sistem fisik sebuah perusahaan adalah suatu sistem terbuka (open system) yang berinteraksi dengan lingkungannya melalui aliran sumber daya fisik. Suatu sistem informasi juga merupakan sistem terbuka. Sistem tertutup (closed system) adalah sistem yang tidak berkomunikasi dengan lingkungannya. Sistem yang benar-benar tertutup tidak akan berinteraksi dengan konsumen, manajer, atau siapa pun, dan tidak menjadi perhatian dari pengembang dan pengguna sistem informasi.
Sistem Pemrosesan Transaksi
Sebelum computer ada, sistem virtual perusahaan adalah kombinasi dari proses manual, mesin-mesin pembukuan yang digerakkan oleh kunci, dan sistem kartu berlubang (punch card system) yang memproses data perusahaan. Data terdiri atas fakta dan angka yang biasanya tidak bermanfaat karena volumenya yang besar dan sifatnya yang masih belum diolah.
Sistem berbaris computer pertama disebut sistem pemroresan data elektronik (electronic data processing system –EDP). Belakangan istilah sistem informasi akuntansi (accounting information system –AIS) mulai dikenal. Kini sistem pemrosesan transaksi (transaction processing system) merupakan istilah yang telah umum. Sistem-sistem ini berbagai satu ikatan yang sama di mana mereka memproses data yang mencerminkan aktivitas perusahaan.
PENGERTIAN SISTEM
Menurut Jogiyanto HM, dalam bukunya yang berjudul “Analisa dan Desain Sistem Informasi” terdapat dua kelompok pendekatan dalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedur dan elemennya. Pendekan sistem yang menekankan pada prosedur adalah sebagai berikut: “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.” Pendekatan sistem yang menekankan pada elemennya adalah sebagai berikut: “Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.”
Sistem menurut Stephen A. Mascow dan Mark G. Simkin merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari interaksi subsistem yang berusaha untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut Frederick H. WU suatu sistem beroperasi dan berinteraksi dengan lingkungannya untuk mencapai sasaran tertentu, dan menunjukan tingkah lakunya melalui interaksi diantara komponen-komponen didalam sistem dan diantara lingkungannya.
Menurut M.J. Alexander sistem diartikan sebagai grup dari elemen-elemen baik berbentuk fisik maupun bukan fisik yang menunjukan suatu kumpulan yang saling berhubungan dan berinteraksi bersama-sama menuju satu atau lebih tujuan, sasaran atau akhir dari sistem.
Menurut James O. Hick Jr dan Wayne E. Leiningger secara abstarak suatu sistem adalah sebagai kumpulan interaksi komponen-komponen yang beroperasi didalam suatu batas sistem. Batas sistem akan menyaring tipe dan tingkat arus dari input secara output diantara sistem dengan lingkungannya.
Menurut John F. Nash dan Martin B. Roberts sistem didefinisikan sebagai suatu kumpulan komponen yang berinteraksi membentuk suatu kesatuan dan keutuhan yang komplek didalam tingkat tertentu untuk mengejar tujuan yang umum.
Menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis suatu sistem adalah suatu kumpulan dari elemen-elemen (orang, perangkat keras, informasi, dan lain-lain) yang diorganisasikan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Menurut Richard F. Neuschel suatu sistem diartikan sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan dikembangkan sesuai dengan suatu skema yang terintegrasi untuk melaksanakan suatu kegiatan utama didalam bisnis.
Pendekatan sistem yang dikemukakan oleh F. Neuschel merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan urutan-urutan operasi didalam sistem. Dan prosedur itu sendiri diartikan sebagai urutan-urutan operasi krelikal (tulis-menulis), yang biasanya melibatkan beberapa orang didalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.
Jadi sistem adalah kumpulan atau gabungan dari beberapa unsur yang saling berinteraksi satu dengan yang lain untuk mencapai suatu tujuan yang berupa suatu informasi yang bermanpaat bagi pengguna.
PENGERTIAN INFORMASI
Didefinisikan oleh Raymond McLeod. Informasi adalah salah satu jenis utama sumber daya yang tersedia bagi manajer seperti halnya sumber daya yang lain. Pengelolaan informasi semakin penting saat bisnis menjadi semakin rumit dan komputer telah mencapai kemampuan yang semakin baik (Raymond McLeod, Sistem Informasi Manajemen, Jilid 1, alih bahasa Hendra Teguh, SE, Ak, 1996, hal : 4).
Didefinisikan oleh Gordon B. Davis bahwa informasi adalah data yang telah dikelola menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang (Drs. Moekijat, Pengantar Sistem Informasi Manajemen, 1986, hal : 9).
Didefinisikan oleh George R. Terry, Ph.D, informasi adalah data penting yang memberikan pengetahuan yang berguna (Drs. Moekijat, Pengantar Sistem Informasi Manajemen, 1986, hal : 9).
Jadi informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna atau bermanpaat bagi penerimanya.
PENGERTIAN SISTEM INFORMASI
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar dengan laporan-laporan yang diperlukan (Jogiyanto HM, Akt., MBA, Ph.D., ”Analisa dan Desain Sistem Informasi”, Penerbit Andi Yogyakarta, 2001, hal : 11).
Jadi sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lain yang diolah untuk menghasilkan informasi guna mendukung dalam suatu pengambilan keputusan.
PENGERTIAN MANAJEMEN
Manajemen berasal dari kata "to manage" yang berarti mengatur, mengurus atau mengelola. Banyak definisi yang telah diberikan oleh para ahli terhadap istilah manajemen ini. Namun dari sekian banyak definisi tersebut ada satu yang kiranya dapat dijadikan pegangan dalam memahami manajemen tersebut, yaitu : Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakandan pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
Sedangkan pengertian menurut ahli-ahli yang lain adalah sebagai berikut :
1. Menurut Horold Koontz dan Cyril O'donnel :
Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.
Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
3. Menurut James A.F. Stoner :
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan.
4. Menurut Lawrence A. Appley :
Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.
5. Menurut Drs. Oey Liang Lee :
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan
pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pengertian sistem informasi Manajemen
Secara praktis system informasi manajemen dikenal dengan istilah SIM, adaah suatu system yang berkenaan degan pengumpulan, pengolahan, pengorganisasian, penampilan dan pemanfaatan informasi yang diperlukan dalam sebuah organisasi/lembaga.
Perbedaan data dan informasi
 Data adalah fakta-fakta mentah yang termasuk kumpulan angka dan huruf serta kumpuan data kumpulan kata yang belum mengandung arti.
 Informasi adalah data atau sekumpulan data yang telah diinterprestasikan atau mengandung arti
Figur 1.7 Model Sistem Pemrosesan Transaksi
Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen – SIM (management information system-MIS) adalah suatu sistem berbasis computer yang memuat informasi tersedia bagi para pengguna yang memiliki kebutuhan serupa. SIM akan menghasilkan informasi ini melalui penggunaan dua jenis peranti lunak, yaitu :
1. Peranti lunak pembuat laporan (report-writing software)
2. Model sistematis
Sistem Kantor Virtual
Sistem awalnya sederhana dan bersifat administratif. Namun kini mereka biasanya disebut suatu sistem produktivitas pribadi (personal productivity system). Manajer menggunakan teknologi untuk melakukan pengolaan sendiri atas sebagian tugas-tugas administratif yang membantu para manajer di tahun1960-an.
Kemampuan aplikasi otomatisasi kantor dapat dilakukan dimana saja melahirkan konsep kantor virtual (virtual office) , yaitu melakukan aktivitas kantor tanpa tergantung pada suatu lokasi fisik tertentu. Misalnya, para manajer dapat melakukan konferensi video tanpa semua pihak harus hadir pada lokasi fisik yang sama. Sistem kantor virtual telah membuat manajer lebih dapat diakses oleh konsumen dan pihak-pihak lain di dalam perusahaan.
Figur 1.8 Model SIM
Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (Decision Support System)
Suatu sistem pendukung pengambilan keputusan (decision support system-dss) adalah suatu sitem yang membantu seorang manajer atau sekelompok kecil manajer memecahkan satu masalah. Salah satu contoh adalah DSS yang dirancang untuk membantu seorang manajer penjualan menentukan tingkat komisi terbaik bagi para tenaga penjualnya. Output DSS awalnya dihasilkan data suatu basis data relasional dan mencakup laporan berlaka dan kasus serta output dari model-model matematis. Berikutnya diambahkan kemampuan dukungan keputusan kelompok melalui peranti lunak yang berorientasi pada kelompok yang disebut groupware. Groupware memungkinkan DSS bertindak sebagai suatu system pendukung pengambilan keputusan kelompok ( group decision support system-gdss).
Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan
Suatu system perencanaan sumber daya perusahan (ERP) adalah system berbasis computer yang memungkinkan manajemen seluruh sumber saya perusahaan salam basis keseluruhan organisasi.
Figur 1.9 Model DSS
PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI
Pengguna output computer adalah para karyawan administrasi si bidang akuntansi. Beberapa informasi, seperti yang dihasilkan sebagai produk sampingan dari aplikasi akuntansi, juga tersesia bagi para manajer. Ketika perusahaan menerapkan konsep SIM, penekanana akan bergeser dari data menu ke informasi dan dari karyawan administrasi ke pemecahaan masalah.
MANAJER SEBAGAI PENGGUNA SISTEM INFORMASI
Manajer adalah individu, kebutuhan informasi yang mereka miliki sangat beragam. Namun beberapa kerangka bermanfaat telah dikembangkan sehingga memungkinkan kita berfokus pada peranan informasi dalam pemecahan masalah.
Dimana Manajer Ditemukan
Manajer terdapat di berbagai tingkatan manajerial dan di dalam berbagai area bisnis perusahaan.
Figur 1.10 Tingkat Manajemen dapat memengaruhi sumber informasi maupun bentuk penyajian informasi.
Peranan Informasi Dalam Pemecahan Masalah Manajemen
1. Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan
2. Tahapan-tahapan pemecahan masalah
menurut simon, pemecah maslah akan terlibat dalam : - aktivitas intelijen - aktivitas perancangan - aktivitas pemilihan - aktivitas peninjauan
MASA DEPAN TEKNOLOGI INFORMASI
Figur 1.13 informasi yang mendukung masing-masing tahapan pemecahan masalah
Komponen system informasi :
 Hardware : Perangkat Keras
 Software : Perangkat lunak
 Brainware : Manusia
 Netware : Jaringan
 Dataware : Data
Siklus pemrosesan informasi dibagi 4 macam
1. Input
2. Process
3. Output
4. Storage
BAB 2
SISTEM INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF
Model sistem umum perusahaan terdiri dari:
1. Aliran sumber daya fisik
2. Aliran sumber daya virtual
3. Mekanisme pengendalian perusahaan
4. Lingkaran umpan balik
Aliran sumber daya lingkungan
Perusahaan terhubung dengan unsure-unsur lingkungannya melalui aliran sumber daya
lingkungan (environmental resource flow). Aliran-aliran yang umum terjadi meliputi aliran
informasi dari pelanggan, aliran bahan baku dari pelanggan, aliran bahan baku kepada
pelanggan, aliran uang kepada pemegang saham, dan aliran bahan baku dari pemasok.
Pemerintah
Perusahaan
Pemegang
saham
Komunitas
Global
Pesaing
Pelanggan
Komunitas
Keuangan
Serikat
Pekerja
Pemasok
MENGELOLA ALIRAN SUMBER DAYA FISIK- MANAJEMEN RANTAI PASOKAN (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT)
“Jalur yang memfasilitasi aliran sumber daya fisik dari pemasok kepada perusahaan dan melanjuktan kepada pelanggan. aliran sumber daya melalui rantai pasokan harus dikelola untuk memastikan bahwa aliran tersebut terjadi dengan cara yang tepat waktu dan efesien”.
DIMENSI-DIMENSI KEUNGGULAN KOMPETITIF
Keunggulan komtetiif dapat direalisasikan dalam hal mendapatkan keunggulan strategis, taktis, maupun operasional. Keunggulan strategis adalah keunggulan yang memiliki dampak pundamental dalam membentuk operasi perusahaan. Keunggulan taktis adalah sebuah perusahaan mendapatkan keunggulan taktis ketika perusahaan tersebut mengimplementasikan strategi dengan cara yang lebih baik dari para pesaingnya. Keunggulan operasional adalah keunggulan yang berhubungan dengan transaksi dan proses sehari-hari.
TANTANGAN DALAM MENGEMBANGKAN SISTEM INFORMASI GLOBAL
• Sistem Informasi Global (global information system-GIS) diberikan untuk suatu sistem informasi yang terdiri atas beberapa jaringan yang melintasi batas negara.
• Beberapa kendala yang harus diatasi pengembangan GIS :
→ Kendala-kendala politisi
→ Rintangan Budaya dan Komunikasi
→ Masalah-masalah teknologi
→ Kurangnya dukungan dari manajemen anak perusahaan
MANAJEMEN PENGETAHUAN
“ Semua Aktivitas dari mengakuisisi data, memproses data menjadi informasi, menggunakan dan mengkomunikasikan informasi dengan cara yang paling efektif serta mengahapus informasi pada waktu yang tepat “
PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK SUMBER DAYA INFORMASI
Pengembangan rencana strategis secara paralel bagi layanan informasi dan perusahaan sehingga rencana perusahaan akan mencerminkan dukungan yang akan diberikan oleh layanan informasi. Rencana layanan informasi akan mencerminkan permintaan dukungan sistem di masa mendatang.
PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK PERUSAHAAN
Perusahaan mengorganisasikan para eksekutifnya ke dalam suatu komite eksekutif, kelompok ini biasanya akan bertanggung jawab atas perencanaan strategis bagi keseluruhan perusahaan. Pada tingkat yang minimum, komite ini akan menentukan rencana bisnis strategis organisasi.
MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI UNTUK MENCAPAI KEUNGGULAN KOMPETITIF
Sistem informasi adalah suatu sistem virtual data mereka mencerminkan sistem fisik dari sebuah perusahaan. Sistem informasi dapat digunakan untukmemberikan keunggulan kompetitifkepada perusahaan. Seiring dengan perusahaan memenuhi kebutuhan produk dan jasa para pelanggannya, perusahaan tersebut akan berusaha untuk mendapatkan keunggulan di atas para pesaingnnya. Mereka dapat keunggulan ini dengan memberikan produk dan jassa pada harga yang lebih rendah, memberikan produk dengan jassa dan kualitass yang lebih tinggi, dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan khususdari segmen-segmen pasar tertentu.
Satu yang tidak selalu terlihat jelas adalah adanya fakta bahwa sebuah perusahaan juga akan mencapai keunggulan kompetitif melalui penggunaan sumber daya virtualnya. Di dalam bidang sistem informasi, keunggulan kompetitif (competitive advantage) mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan pengungkitan (leverage) didalam pasar.Ingat bahwa manajer perusahaan menggunakan sumber daya virtual sekaligus juga fisik dalam memenuhi tujuan-tujuan strategi perusahaan.Pandangan secara luas atas keunggulan kompetitif menyadari adanya organisasi-organisasi yang bersaing dengan perusahaan sekaligus sekaligus juga profesional dan staf di negara-negara lain yang bersaing memperebutkan pekerjaan dengan karyawan perusahaan.Perusahaan multinasional sering kali mengontrakkan pekerjaan (outsource) ke organisasi-organisasi lain agar dapat mencapai suatu keunggulan ekonnomi.Perusahaan yang melakukan bisnis secara global memiliki kebutuhan-kebutuhan informasi dan koordinasi khusus.Biasanya keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui pengelolaan sumber daya fisik.
Beberapa perusahaan berkinerja lebih baik daripada yang lain. Perusahaan yang melakukan kinerja lebih baik daripada yang lain dikatakan memliki keunggulan kompetitif. Perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif biasanya memiliki akses terhadap sumber daya
khusus yang tidak dimilki yang lain, atau juga mampu menggunakan sumber daya yang tersedia umum dengan lebih efisien-biasanya pengetahuan dan aset informasi yang superior.
Seiring dengan perusahaan memenuhi kebutuhan produk dan jasa para pelanggannya, perusahaan tersebut akan berusaha untuk mendapatkan keunggulan di atas para pesaingnya. Perusahaan dapat mencapai keunggulan ini dengan memberikan produk dan jasa pada harga yang lebih rendah, memberikan produk dan jasa dengan kualitas yang lebih tinggi, dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus dari segmen-segmen pasar tertentu.
Di dalam sistem informasi, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan pengungkit (leverage) di dalam pasar.
Pendukung utama keunggulan kompetitif adalah Michael Porter, yang mengembangkan konsep-konsep seperti rantai nilai (value chains) dan sisteam nilai (value system).
1. RANTAI NILAI PORTER
Profesor Harvard Michael E. Porter adalah orang yang paling sering dikaitkan dengan topik keunggulan kompetitif.Buku dan artikel-artikel yang ditulisnya memberikan panduan dan strategi bagi perusahaan yang mencoba untuk mendapatkan keunggulam diatas para pesaingnya.Porter yakin bahwa sebuah perusahaan meraih keunggulan kompetitif dengan menciptakan suatu rantai nilai (value chains).
Margin adalah nilai produk atau jasa perusahaan dikurangi dengan biaya produksi dan margin merupakan tujuan dari rantai nilai tersebut.
Aktivitas-aktivitas nilai pokok ditunjukkan pada gambar (Merah) meliputi pengumpulan logistik (inbound logistic) untuk mendapatkan bahan mentah dan persediaan lainnya dan menyuplai; Operasional yaitu mengubah barang baku menjadi barang jadi; penyebaran logistic(outbound logistik) yaitu transportasi dan distribusi produk kepada pelanggan; pemasaran dan penjualan yaitu mengetahui kebutuhan pelanggan dan menerima pesanan; dan servis atau pelayanan untuk memelihara hubungan baik dengan para pelanggan setelah transaksi jual-beli.
Aktivitas-aktivitas nilai penunjang tampak pada gambar (warna biru), terdiri dari infrastruktur perusahaan,yaitu penyusunan organisasi yang mempengaruhi semua aktivitas pokok. Sebagian ada tiga aktivitas yang berpengaruh pada aktivitas utama, ketiga aktivitas itu adalah pengelola sumber daya manusia terdiri dari seluruh aktivitas yang berhubungan dengan pengelolaan peawai perusahaan, termasuk fungsi dan peran yang dilaksanakan oleh para manager; pengembangan teknologi yaitu semua aktivitas yang melibatkan teknologi;
pengadaanatau perolehan yaitu aktivitas yang berhubungan dengan pengadaan sumber daya seperti material dan mesin yang akan digunakan oleh aktivitas-aktivitas utamanya.
STRATEGI LEVEL BISNIS DAN MODEL RANTAI
Pada level ini perusahaan mulai berfikir tentang bagaimana cara perusahaan berkompetisi dalam pasar tententu. Strategi yang paling umum untuk level ini adalah : (1) menjadi pengahsil produk dengan biaya produksi rendah; (2) mendiferensiasikan produk dan jasa; (3) mengubah lingkup persaingan baik dengan cara memperluas pasar ke pasar persainganglobal maupun dengan mmpersempit pasar –fokus pada satu wilayah yang tidak mampu dicapai pesaing-.
MENDONGKRAK TEKNOLOGI DALAM RANTAI NILAI
Model rantai nilai memberi perhatian pada aktivitas khusus dimana strategi kompetitif bisa diterapkan dengan paling baik (Porter, 1985) dan dimana sistem informasi memberi dampak strategis.Model aktivitas ini telah dijelaskan pada Rantai Nilai Porter pada pembahasan sebelumnya.
Jaringan yang beroprasi secara digital dibanyak perusahaan independen bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk membeli barang-barang persediaan tetapi juga untuk berkoordinasi dengan erat mengenai produk.Perusahaan bisa memanfaatkan sistem informasi untuk menciptakan produk dan jasa baru yang unik yang bisa dengan mudah dibedakan dari produk pesaingnya. Sistem informasi strategis untuk diferensiasi produk dapat mencegah salah respon, yaitu seakan –akan perusahaan yang memiliki produk dan jasa yang berbeda tidak peru lagi bersaing dalam basisi biaya.
Sebagian besar produk dan jasa berbasis teknologi informassi diciptakan oleh infrastruktur financial.
MEMPERLUAS RUANG LINGKUP RANTAI INFORMASI
Manajemen harus waspada terhadap tambahan keunggulan yang dapat dicapai dengan menngaitkan rantai nilai perusahaan ke rantai nilai organisasi lain kaitan seperti ini dapat meghasilkan suatu sistem antarorganisasional(interorganizational system-IOS). Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi disebut sebagai sekutu bisnis (business partners) mereka bekerja
bersama sebagai suatu unit tunggal yang terkoordinasi, sehingga menimbulkan suatu sinergi yang tidak dapat dicapai jika masing-masing bekerja sendirian.
Sebuah perusahaan dapat menngaitkan rantai nilainya kepada rantai nilai pemasoknya dengan mengimplementasikansistem yang membuat sumber daya input tersedia bila dibutuhkan. Perusahaan juga dapat mengaitkan rantai nilainya dengan rantai nilai para anggota jalur distribusinya, sehingga menciptakan suatu sistem nilai (vaue system). Ketika para pembeli perusahaan produk perusahaan adalah organisasi, rantai nilai mereka akan juga dapat dikaitkan dengan rantai nilai perusahaan dan para anggota distribusinya.
DIMENSI-DIMENSI KEUNGGULAN KOMPETITIF
Keunggulan kompetitif dapat direalisasikan dalam hal mendapatkan keunggulan strategis, taktis maupun operasional.
a. Keunggulan Strategis
Keunggulan ini merupakan keunggulan yang memiliki dampak fundamental dalam membentuk operasi perusahaan. Sistem informasi keunggulan strategis ini bisa dilihat dalam suatu perusahaan yang memutuskan untuk mengubah semua data perusahaan yang dimiliki kedalam database yang memungkinkan untuk digunakan bersama-sama dengan pelangganataupun partner bisnis, database standart yang bisa diakses melalui web browser.
Bernagai koneksi ke internet memungkinkan web browser untuk mengakses laporan secara maya dari berbagai tempat didunia. Dengan cara yang sama, pelanggan dan pemasok yang berpotensi di berbagai tempat diseluruh didunia mempunyai akses yang memadai terhadap bahan baku dan barang jadi perusahaan untuk mempercrpat transaksi penjualan dan pembelian perusahaan.
Tingkat strategis akan menentukan arah dan tujuan perusahaan, namun tetap masih terdapat kebutuhan akan suatu rencana yang dapat mencapai suatu strategi yang menyadari arti penting dari keamanan
b. Keunggulan Taktikal
Keunggulan taktikal didefinisikan sebagai metode membuat dan menyempurnakan strategi menggunakan cara yang lebih baik dibandingkan dengan cara yang digunakan para pesaing.Keputusan strategis dibuat agar sistem informasi perusahaan mampu memberi pelayanan yang memuaskan bagi para pelanggan, ini juga berarti sisitem informasi taktis yang
dikembangkan perusahaan tidak hanya meningktakan kepuasan pelanggan tetapi juga meningkatkan keuntungan perusahaan.
c. Keunggulan Operasional
Keunggulan operasional merupakan keunggulan yang berhubungan dengan transaksi adan prose sehari-hari. Di sinilah sistem informasi akan berinteraksi secara langsung dengan proses. Situs web mampu mengingat pelanggan dan prefensinya melalui masa lalu menggambarkan suatu keuntungan professional. Browser sering mempunyai cookies dan informasi lainnya yang berhubungan dengan transaksi pelanggan. Penggunaan computer oleh pelanggan untuk memasukkan data akan lebih akurat. Karena data yang dimasukkan sendiri oleh pengguna, maka ada perasaan kepemilikan dari pengguna, bila data yang dimasukkan ternyata tidak akurat maka pengguna tidak boleh menyalahkan perusahaan.Untuk berbagai alas an operasional, akses web terhadap sistem informasi perusahaan meningkatkan hubungan perusahaan dengan pelanggan.
Dari tiga tingkat keunggulan kompetitif di atas akan bekerja bersama-sama. Sistem informasi yang terpengaruh olehketiga tingkat ini akan memiliki kemungkinan terbaik untuk meningkatkan kinerja sebuah perusahaan secara substansial.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

share....

Saling mengingatkan untuk kita

zikir pagi dan petang