METODELOGI SIKLUS HIDUP SISTEM
TUGAS SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN
METODELOGI SIKLUS
HIDUP SISTEM

Dosen
pembimbing : Fadil yamalik
Disusun
oleh Kelompok 7 :
Sentya 222013233
Weny
Ultafiah 222013241
Nova
Cahyanti 222013271
PAKET
: CA 13.2
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PALEMBANG
FAKULTAS EKONOMI
DAN BISNIS
PRODI AKUNTANSI
TAHUN AJARAN
2015/2016
METODELOGI
SIKLUS HIDUP SISTEM
Pendahuluan
Siklus hidup sistem terdiri dari 5 tahap. Empat tahap
pertama : perencanaan, analisis, rancangan, dan penerapan – dimaksudkan bagi
pengembangannya. Tahap kelima untuk penggunaannya. Semua tahap dapat melibatkan
pemakai, spesialis informasi jika end-user computing tidak diikuti sepenuhnya.
Eksekutif menetapkan kebijaksanaan dan membuat rencana yang mengatur pemakaian
komputer. Pada tingkat yang sedikit lebih rendah, suatu komite khusus yang
disebut dengan komite pengarah SIM (MIS steering committee) dapat mengelola
seluruh siklus hidup dalam perusahaan. Pengembangan sistem yang lebih responsif
dapat dicapai dengan peningkatan siklus hidup dan penggunaan peralatan
pengembangan berbasis komputer (computer-based development tools).
TEORI STAGE DARI NOLAN (NOLAN’S STAGE THORY)
Richard L. Nolan menjelaskan bagaimana tahapan aktivitas komputerisasi
perusahaan berevolusi yaitu:
- Permulaan : Komputer biasanya diinstal dan ditempatkan pada departemen accounting karena disinilah sebagian besar aplikasi pemrosesan data dilakukan.
- Penularan : Berita manfaat penggunaan computer tersebar ke seluruh organisasi. Aplikasi baru dilakukan tanpa perencanaan menyeluruh dan banyak staf komputer untuk memenuhi permintaan.
- Pengontrolan : Manajemen tahu peningkatan biaya computer dan melakukan pengontrolan.
- Integrasi : Sistem yang digunkan secara terpisah harus diintegrasikan agar data dapat mengalir dari yang satu ke yang lainnya.
- Administrasi Data : Software DBMS digunakan untuk mengelola sumber data.
- Kematangan : Semua komponen CBIS utama telah diterapkan. Komite eksekutif melakukan kontrol secara keseluruhan,terminal diinstal di seluruh perusahaan dan end‐user computing dapat dilakukan.
KERITIKAN TERHADAP NOLAN
Model dari Nolan kemungkinan besar bukanlah merupakan instrument yang
presisi, sehingga manager
perusahaan tidak dapat menggunakannya untuk mengukur kemajuan CBIS‐nya.
Namun demikian, ia mengungkapkan
bahwa penggunaan komputr lebih canggih selama kurun waktu dan bahwa
perusahaan harus dapat mencapai
tingkat kecanggihan tertentu dalam bidang pengontrolan, integrasi, dan
administrasi data sebelum ia mempunyai
keinginan agar penggunaan komputernya mencapai kematangan.
SIKLUS HIDUP SISTEM
Siklus hidup system adalah deskripsi dari tugas implementasai yang
akurat yang harus dilakukan. Polanya
didasarkan pada pendekatan system yaitu dengan memahmi apa yang akan
dilakukan, mempertimbangkan
pemecahan alternative, menentukan yang terbaik,
mengimplementasikannya, dan melakukan tindak lanjut.
Interpretasi siklus hidup ada empat fase yaitu
- fase perencanaan, yang merupakan tanggung jawab manajer, manajer mendefinisikan masalah yang akan dipecahkan atau tujuan yang akan dicapai, dan spesialis informasi memberikan dukungan kepadanya dan diperlukan pengontrolan atas proses yang dijalankan oleh spesialis informasi.
- Fase analisis dan disain adalah studi mengenai system yang dilakukan oleh analis system.
- Fase penimplementasian melibatkan semua spesialis informasi yang menyusun sumber yang diperlukan.
- Fase pengoprasian, spesialis informasi terutama operator, menjadikan sumber agar dapat digunakan oleh pemakai.
TANGGUNG JAWAB TERHADAP PROYEK CBIS
Komite SIM
Tujuan steering committee (komite pengarah) adalah untuk memberikan
pedoman pelaksanaan,
pengarahan, dan pengontrolan . Bila perusahaan menetapkan steering
committee dengan tujuan untuk
mengarahkan penggunaan sumber komputerisasi perusahaan, maka biasanya
akan digunakan istilah SIM committee
(komite SIM). Fungsi dari komite SIM adalah untuk menetapkan
kebijaksanaan guna untuk memastikan dukungan
komputer terhadap tujuan perusahaan, juga memberikan pengontrolan
fiskal dengan cara bertindak sebagai yang
berwenang member persetujuan untuk pemintaan dana yang ada kaitannya
dengan computer dan mengatasi
konflik yang berhubungan dengan proiritas penggunaan computer, yang
muncul dalam perusahaan.
TEAM PROYEK
Tanggung jawab dari team proyek adalah untuk mengimplementasikan
system tertentu untuk memenuhi
kebutuhan perorangan atau kelompok dalam organisasi.
DASAR PERENCANAAN CBIS
MANFAAT DARI PERENCANAAN PROYEK CBIS
- Mendefinisikan lingkup proyek: membantu estimasi awal dalam menentukan skala sumber yang dibutuhkan.
- Mengetahui bidang masalah yang potensial: dapat mengetahui hal yang mungkin akan mengalami masalah, sehingga dapat mencegahnya.
- Mengatur urutan tugas: disusun dalam urutan yang logis berdasarkan prioritas informasi dan keperluan efisiensi.
- Memberikan dasar pengontrolan: sebelumnya tiap team proyek harus
mendefinisikan apa yang perlu dikerjakan, siapa yang akan mengerjakan, dan kapan pekerjaan itu akan
dilakukan. Tim menyampaikan ini pada komite SIM, sehingga komite dapat melakukan pengontrolan seluruh
proyek tersebut. Dua cara perencanaan
alternatif untuk melakukan
proyek CBIS adalah1. Objective orientation (orientasi tujuan) digunakan bila CBIS gagal
dilakukan.2. Problem orientation (orientasi masalah) digunakan system yang telah ada hanya perlu dimodifikasi agardapat menangani masalah lebih baik
FASE PERENCANAAN
1. MENGENALI MASALAH
CBIS yang diprakarsai eksekutif memiliki dua karakteristik yaitu,
mempunyai cakupan yang luas dan
berpengaruh terhadap tampilan jangka panjang perusahaan.Permintaan
pelaksanaan proyek CBIS berasala dari
manajer tingkat bawah. Karena tiap hari mereka berhubungan dengan
system mereka, sehingga lebih tau
kesulitan dan peluang yang ada.Spesialis informasi bekerja di balik
layar, sehingga tidak mengetahuai adanya
masalah pada proyek CBIS. Sehingga ia membutuhkan bantuan dari orang
lain yang mengetahui adanya masalah.
2. MENDEFINISIKAN MASALAH
Manajer hanya perlu mengidentifikasi dimana masalah itu berada dan apa
kesalahan umumnya lalu
mencari pemecahannya. JIka manajer tidak ingin melakukan end‐user
computing, maka ia meminta bantuan
kepada spesialis informasi.
3. MENYUSUN TUJUAN SISTEM
Tujuan dari sebuah system adalah untuk menentukan kebutuhan informasi.
Dan ahirnya informasi
tersebut menentukan kriteria penampilan CBIS yaitu standart
penampilannya.
4. MENGIDENTIFIKASI KEADAAN SISTEM
CBIS akan beroprasi jika banyak kendala.Beberapa kendala tersebut
diakibatkan oleh lingkungan luar.
Sebaiknya semua kendala diidentifikasi sebelum pekerjaan CBIS dimulai.
Agar, disain CBIS bias diarahkan untuk
mengatasi kendala tersebut.
5. MELAKUKAN STUDI KELAYAKAN
Analis system mengumpulkan informasi untuk melakukan studi kelayakan.
Sehingga manajer dapat
memecahkan masalah yang telah didefinisikan atau mencapia tujuan yang
diinginkan.
Lima dimensi kelayakan proyek:
• Teknis : computer dapat mekalukan proses
yang diperlukan.
• Ekonomis : Sistem dapat diatur secara
ekonomis.
• Resmi
• Oprasional : system akan dan dapat
menerima dukungan dari user.
• Terjadwal : untuk mengimplementasikan
system tidak ada kendala waktu.
6. MEMBUAT PROPOSAL PROYEK STUDI
Studi system akan memberikan dasar yang lengkap untuk disain system
baru, mengenai apa yang harus
dilakukan dan bagaimana melakukannya.
Proposal proyek studi terdiri dari:
Bagian 1‐3 pendahuluan, masalah, tujuan, dan kendala.
Bagian 4 menjelaskan kemungkinan pemecahan masalah dalam sistem dan
alternatif.
Bagian 5 penjelasan lebih mendetail alernatif yang cocok pada suatu
keadaan tertentu.
Bagian 6 menjelaskan pengaruh positif dan negatif sistem pada suatu
perusahaan.
Bagian 7 menggambarkan rencana implementasi umum.
Bagian 8 mengidentifikasi tugas pelaksanaan studi dan dana yang
dibutuhkan.
7. MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI PROYEK STUDI
8. MENETAPKAN MEKANISME PENGONTROLAN
Pengontrolan
proyek dilakukan agar dapat dipastikan bahwa biaya dan waktu memadai.
Pengontrolan
proyek
meliputi spesifikasi apa yang perlu dilakukan, siapa yang akan melakukannya, dan
kapan
pelaksanaannya.
1. Apa
yang perlu dilakukan Komite SIM
menggunakan studi kelayakan untu mengidentifikasi pekerjaan yang
akan
dijdankan oleh CBIS.
2.
Siapa yang akan melakukannya CIO, yang mewakili komite SIM,
selanjutnya
memutuskan siapa yang akan
melakukan tiap‐tiap pekerjaan subsistem.Spesifikasi disain umum
mengidentifikasi jenis pekerja yang
dibutuhkan.
3.
Kapan pekerjaan akan dilakukan Pengetahuan mengenai tugas dan
siapa yang akan
melakukannya telah
diketahui. Hal ini memungkinkan CIO bisa memperkirakan jumlah waktu yang akan
digunakan untuk
rnelakukan pekerjaan tersebut.
FASE ANALISIS DAN DISAIN
1. Mengumumkan Proyek Studi
Jika
perusahaan mengimplementasikan jenis aplikasi kornputer yang baru,
maka manajemen harm bisa
meredakan
kekhawatiran para pekerja. Cara terbaik untuk menghilangkan kekhawatiran mereka adalah
dengan
menjelaskan apa yang akan dilakukan oleh komputer.
2. Staf Untuk Proyek Studi
Team atau
beberapa team proyek yang akan melakukan studi sistem diatur nmatau disusun. Sebuah
team terbentuk atas para pemakai dan satu analis sistem atau lebih.
3. Mendefinisikan Keperluan Informasi
Analis harus mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan informasi dari pemakai. Analis
tersebut adalah
dengan
melakukan :
• Interview
Perorangan
• Obeservasi
• Pencarian
Record
• Survey
4. Mendefinisikan Kriteria Penampilan Sistem
Bila
kebutuhan informasi untuk rnanajer telah didefinisikan, maka sekarang
dimungkinkan untuk
menentukan
dengan tepat apa yang hams dilakukan CBIS. Ini adalah kriteria penampilan yang
telah
dinyatakan
secara umum pada waktu fase perencanaan.
5. Merancang
Subsistem Secara lengkap
Dalam
merancang subsistem secara lengkap, analis menggunakan alat dokumentasi yang
dijelaskan dalam
lampiran.
Kombinasi alat yang baik terdiri atas .
(1) diagram arus data untuk mendokumentasikan
pemrosesan dengan cara yang ringkas
(2) bahasa Inggris terstruktur untuk
mendokumentasikan pemrosesan secara lengkap
(3) kamus data untuk mendokumentasikan data.
6. Mengidentifikasi Konfigurasi Peralatan
Alternatif
Tugas berikutnya bagi analis adalah menentukan konfigurasi peralatan
komputerisasi, yang akan
memungkinkan program dapat menjalankan pernrosesan dengan cara yang efisien. Penentuan
atau pemilihan
ini adalah proses yang urut, yang dimulai deilgan pengidentiftkasian
berbagai macarn kombinasi pefalatan yang
dapat menjalankan tiap program.
7. Mengevaluasi Konfigurasi Alternatif
Analis,
yang bekerja sarna dengan manajer, mengevaluasi tiga alternatif entri pesanan.
Salah satu yang
terpilih
adalah yang paling cocok bagi subsistem dalarn mencapai tujuannya. Namun ia mempunyai
kendala.
Subsistem yang lain dievaluasi dengan cara 'yang sama. Di sini analis dan manajer
mengidentifikasi
konfigurasi
terbaiknya. Kemudian, mereka harus mempertimbangkan semua subsistem secara bersamasama
untuk rnengidentifikasi sebuah konfigurasi yang dapat rnemberikan dukungan terbaik
bagi sistem
secara keseluruhan.
8. Menentukan Konfigurasi Yang Terbaik
Analis
mengevaluasi semua konfigurasi subsistem dan mengatur kombinasi peralatan, sehingga
semua
subsistem akan sesuai
dengan satu konfigurasi. Sebagai contoh, input OCR munglun diganti dengan input
terminal CRT untuk subsistem inventarisasi dan account
receivable. Bila hal ini telah dilakukan, analis
membuat
rekomendasi kepada manajer untuk persetujuan. Jika konfigurasi tersebut tidak dapat
diterima,
analis
rnelanjutkan pekerjaannya bersarna manajer sarnpai dicapai kesepakatan. Bila
manajer telah
menyetujui
konfigurasi yang telah dibuat, maka konfigurasi tersebut dimintakan persetujuan kepada
komite SIM.
9. Membuat Proposal Proyek Pengimplementasian
Sebelum manajer mengalokasikan dana tambahan untuk menutup biaya pada
fase pengimplementasian,
analis harus melakukan pengaturan yang akan dilakukan. Analisis
membuat implementation project proposal
(proposal proyek pengimplementasian) yang memberikan kerangka bagi
pekerjaan yang akan dilakukan,
keuntungan yang diharapkan, dan biaya.
10.Menyetujui atau Tidak Menyetujui Proyek
Pengimplementasian
Selama pelaksanaan studi sistem, CIO terus memberikan informasi kemajuan
kepada kornite SIM, dan ia
meminta saran kepada komite bila muncul pertanyaan yang sangat
penting. Hasil dari situasi yang sehat ini
datang ketika kornite menyetujui atau tidak menyetujui proyek
pengimplementasian. Komite meninjau kembali
proposal yang dibuat atas bantuannya.
11.Melengkapi Dokumentasi Sistem
Adanya kesetujuan terhadap pengimplementasian menunjukkan bahwa usaha
analisis dan disain berhasil.
Langkah terakhir adalah melengkapi dokumentasi yang memberikan
hubungan komunikasi kepada fase
implementasi.
FILE IMPLEMENTASI
1. MERENCANAKAN IMPLEMENTASI
Mekanisme pengontrolan ditetapkan pada akhir fase perenCanaan dalam
bentuk grafik atau diagram
jaringan. Mekanisme pengontrolan terus diperbaharui dan dibuat lebih
lengkap. Manajer dan spesialis informasi
mempunyai pengetahuan tertentu mengenai desain sistem, dan mereka bisa
menggunakan pengetahuan
tersebut untuk mengembangkan rencana implementasi yang sangat lengkap
atau detail agar sistem yang baru
bisa digunakan.
2. MENGUMUMKAN PROYEK IMPLEMENTASI
Proyek Implementasi diumumkan kepada para pekerja seperti cara
mengumumkan studi sistem.
Tujuannya untuk menghilangkan kekhawatiran kekhawatiran para pekerja.
Tujuan lainnya, yaitu meminta
dukungan dari para pekerja. Banyak pekerja yang akan terlibat dengan
pengimplementasian tersebut, dan
dibutuhkan ketja sama dari mereka.
3. MENGORGANISIR STAFF PELAYANAN INFORMASI
Selagi bidang administrasi komunikasi data dan database mengembangkan
desain, maka dilakukan
usaha perekrutan dan training untuk mendapatkan staf pemrograman
sesuai dengan kebutuhan jumlah dan
keterampilan yang direncanakan. Sekarang, programmer dimasukkan ke
dalam team proyek.
4. MENENTUKAN KOMPUTER
• Meminta Proposal, desain system harus
bisa dilihat oleh pemasok. Yang menawarkan berbagai jenis
peralatan komputerisasi, dimana berisi konfigurasi yang telah di
setujui. Dan setip pemasok harus di beri
request for proposal(RFP). RFP bertugas meringkas bagian dari proposal
study system dan proposal proyek.
Paket dokumentasi program yang diseertakan RFP berisisi deskripsi yang
detail mengenai tiap program,
kaitannya dengan input, proses utama dan output.
• Proposal dari pemasok
Jika pemasok ingin mendapatkan pesanan, maka ia harus membuat proposal
yang menjelaskan sejauh mana
peralatannya dapat memenuhi kriteria penampilan yang sebagain besarnya
proposal tertulis Beberapa
proposal hanya berbentuk surat, sedangkan proposal yang lain bisa
bersifat sangat lengkap.
• Pemilihan pemasok
Salah satu cara perusahan mengetahui apakah kriteria penampilan
memenuhi sistem adalah dengan
menetapkan benchmark problem (masalah benchmark / yang bisa
menunjukkan tingkat penilaian) bagi tiap
pemasok untuk dipecahkan dengan hardaware yang diajukannya. Dan
penggunaan masalah benchmark bisa
menentukan tingkat pemilihan pemasok.
5. MEMBUAT PERPUSTAKAAN SOFTWARE
Bila perusahaan memutuskan untuk membuat sendiri software aplikasinya,
maka programmer menggunakan
dokumentasi yang dibuat oleh analis sistem sebagai point awal.
Programmer mungkin akan membuat
dokumentasi yang lebih detail; misalnya deskripsi bahasa Inggris
terstruktur dan deskripsi kamus data.
Pengkodean dilakukan dan program diuji. Hasil dari semua ini adalah
perpustakaan software yang berisi
program aplikasi.
6. MEMBUAT DATABASE
Tingkat kesulitan pembuatan database jika (1) pemisahaan sedang
melakukan perubahan dari sistem file
manual menjadi sistem dengan media komputer, (2) file tersebut
jumlahnya besar, (3) file tersebut berisi
data yang sangat lama. dan (4) beberapa data belum diurus pada waktu
lalu. Administrator database (DBA)
bertanggung jawab atas semua fase aktivitas database. Bila skema
database telah dibuat maka DBA dapat
memberikan pedoman pemilihan DBMS kepada komite SIM mengenai DBMS mana
yang terbaik, dan
selanjutnya komite membuat keputusan. Bila keputusan ini telah dibuat,
DBA melakukan pembuatan
database dan memberikan training kepada pemakai.
7. MENDIDIK PESERTA DAN PEMAKAI
• Pendidikan internal :
Para pekerja di tingkat operasional harus mempelajari cara melakukan
tugas pengarsipan form,
pengoperasian terminal, dan penggunaan output. Manajer harus memahami
peranan departemennya
dalam sistem baru, mengetahui arus data dan informasi yang
menghubungkan departemen, mengetahui
cara menggunakan sistem tersebut.
• Pendidikan Lingkungan
Pemasok dan pelanggan umumnya perIu lebih banyak informasi mengenai
sistem baru tersebut dari
pada anggota lingkungan yang lain. Pendidikan ini dapat dilakukan oleh
anggota dari departemen
hubungan industri perusahaan, yang dibantu oleh staf pelayanan
informasi. Orang‐orang yang perIu
disertakan dalam pendidlkan dan jenis pendidikan yang dibutuhkan harus
diidentifikasi pada awal siklus
hidup sistem tersebut. Kemudian, program pendidikan dapat dijadwalkan
pada waktu yang tepat
sebelum bahan yang dipelajari tersebut diterapkan.
8. MEMBUAT FASILITAS FISIK
Pekerjaan yang diperlukan untuk membuat fasilitas fisik guna
menempatkan komputer tergantung
pada jumlah dan jenis hardware yang diperlukan. Bila hanya akan
menginstal beberapa unit tambahan, maka
mungkin mereka dapat ditempatkan dalam area yang telah ada.
9. MENGGANTI DENGAN SISTEM YANG BARU
Proses penghentian penggunaan sistem lama dan memulai penggunaan
sistem baru disebut cutover. Ada
tiga cara pokok, yaitu
• Segera : Cara yang paling sederhana
adalah dengan mengubah sistem lama menjadi sistem baru pada
hari yang telah ditentukan
• Bertahap : Jika keseluruhan sistem tidak
dapat diubah sekaligus, maka ia dapat dibagi ke dalam
subsistem dan mengubah tiap subsistem pada waktu yang berlainan.
• Paralel : Sistem yang lama masih terus
digunakan sampai sistem yang baru secara penuh dapat
dioperasikan. Cara ini memberikan keamanan yang tinggi dalam penjagaan
kegagalan, namun biayanya
paling mahal, sebab ada dua set sumber yang harus dipelihara.
Keuntungannya adalah bahwa dengan
cara ini masalah yang ada dalam sistem baru sepenuhnya dapat
ditiadakan dengan menggunakan data
hidup, sebelum sistem yang lama dilepas. Bila penggantian ini telah
berhasil diselesaikan, maka
dimulailah fase operasi.
FASE OPERASI
Sesudah penggantian, yaitu jika sistem baru sudah terpasang, maka
dilakukanlah post implementation
review (tinjauan post‐implementasi) untuk mengevaluasi sejauh mana
sistem tersebut memenuhi kriteria
penampilan. Tinjauan (review) ini diulangi terus, mungkin secara
tahunan, sepanjang kehidupan operasi sistem
tersebut.
PENGARUH YANG BARU PADA SIKLUS HIDUP SISTEM
Siklus hidup sistem bersifat sangat tradisional. Semua perencanaan
dilakukan, diikuti dengan semua analisis, dan
kemudian semua disain, dan seternsnya. Akhir‐akhir ini ada dua inovasi
dalam pengembangan sistem yang
mempunyai pengaruh atas cara tradisional tersebut. Pengaruh tersebut
adalah prototyping dan CASE.
PROTOTYPING
Prototip memberikan ide mengenai bagaimana sistem dalam bentuk
lengkapnya nanti akan berfungsi. Proses
pembuatan prototip disebut prototyping, dan hal ini paling cocok
diterapkan untuk situasi dimana pemakai tidak
mengetahui sepenuhnya mengenai apa yang ia inginkan. Dengan adanya
prototip, pemakai lebih dapat
mengetahui kemungkinan yang ada, dan dengan adanya pemahaman yang
lebih baik ini, ia dapat memicu
spesifikasi yang lebih tepat.
Langkah prototyping
- Mengidentifikasi kebutuhan pemakai : Hal ini dapat dilakukan oleh analis sistem, terutama dengancam interview perorangan.
- Mengembangkan prototip: Analis sistem dan programmer menggunakan alat untuk pembuatan prototip, misalnya 4GL, DBMS, spreadsheet elektronik, dan bahasa pemodelan.
- Mengevaluasi prototip: Analis dan programmer memberitahu pemakai dalam menggunakan prototip dan memberi kesempatan pada pemakai untuk mengenal sistem ini.
- Menentukan apakah prototip tersebut dapat diterima: Pemakai membeii. masukan kepada analis dan programmer apakah prototip tersebut memuaskan atau tidak. Jika ya, maka dilanjutkan Langkah
- dan jika tidak, maka dilakukan Langkah 5Merevisi prototip: Analis dan programmer mengubah prototip tersebut sesuai dengan saran dari
- pemakai. Prototip yang telah direvisi dikemukakan lagi kepada pemakai, dan diulangi lagi Langkah 3 dan 4.
- Menggunakan prototip atau menggantinya dengan sistem operasional: Dalam situasi dimanaprototip berisi semua elemen yang dikehendaki, maka prototip tersebut menjadi sistem operasional.Dalam situasi dimana prototip hanyalah merupakan shell dari sistem yang diperlukan yang tidakmemenuhi elemen yang dikehendaki, makaprototip tersebut akan berfungsi sebagai blueprint darisistem operasi.
Daya Tarik Prototyping. Pada tahun 1989,
dua orang konsultan yaitu J.M. Carey dan J.D Curry melakukan
survey kepada 90 perusahaan dar berbagai jenis untuk mempelajari
pelaksanaan prototyping mereka. Mereka
menemukan enam daya tarik, seperti disebutkan di bawah ini (menurut
tingkat frekuensinya):
1. Keterlibatan pemakai yang lebih baik
2. Pendefinisian keperluan yang lebih baik
3. Dapat pekerja dengan lebih cepat
4. Perancangan proses online
5. Penentuan kelayakan proyek
6. Pengujian teknologi dan alat yang baru
Kesulitan Pelaksanaan Prototyping. Careay dan Currey juga menemukan kesulitan dalam pelaksanaan cara
prototyping. Berdasarkan urutan rankingnya, kesulitan tersebut adalah
sebagai berikut:
1. Pelaksanaan pengontrolan atas wilayah proyek
2. Pengelolalan perubahan terhadap sistem
3. Kurangnya pedoman yang baku
4. Tidak cukupnya kontrol pengembangan
5. Tidak cukupnya kontrol aplikasi
6. Kurangnya dokumentasi
7. Ketidakmampuan menggunakannya sebagai sistem operasional
8. Tak ada daftar pekerjaan yang baku
9. Penyimpangan arah end‐user
Prototyping dan Siklus Hidup Sistem.
Beberapa ketidaksepakatan mengenai apakah prototyping dapat digabungkan dengan siklus hidup sistem muncul. Beberapa yang mempunyai kewenangan yakiIi bahwa siklus hidup telah sepenuhnya diganti. Menurut pendapat kita, prototyping dapat mengganti siklus hidup jangka pendek dari subsistem dalam CBIS, seperti DSS dan expert system, namun ia tidak mengganti I siklus hidup untuk CBIS secara keseluruhan.
Beberapa ketidaksepakatan mengenai apakah prototyping dapat digabungkan dengan siklus hidup sistem muncul. Beberapa yang mempunyai kewenangan yakiIi bahwa siklus hidup telah sepenuhnya diganti. Menurut pendapat kita, prototyping dapat mengganti siklus hidup jangka pendek dari subsistem dalam CBIS, seperti DSS dan expert system, namun ia tidak mengganti I siklus hidup untuk CBIS secara keseluruhan.
CASE
Spesialis informasi tugasnya adalah mencari cara baru untuk menerapkan
komputer. Suatu area yang telah nampak seperti target yang diinginkan adalah tujuan dari ketja
spesialis dalam mengembangkan CBIS. Analis sistem menggunakan sebagian besar waktunya untuk mendokumentasi, dan
programmer serta DBA juga menggunakan sebagian besar waktunya untuk menjalankan produknya. Selama akhir
tabun 1980‐an, peketjaan bidang ini menghasilkan sejumlah besar alat pengembangan sistem berdasarkan
komputer yang tersebar di pasaran. Istilah CASE (computer‐aided software engineering), digunakan untuk menjelaskan
alat tersebut. Software engineering (teknik software) adaIah proses pembuatan dokumentasi dan software
secara evolusioner, proses siklus hidup yang
dikelola untuk mencapai tujuan tertentu.
Kategori Alat.
Alat CASE telah dikembangkan penggunaannya dalam perencanaan, anaIisis, disain, dan implementasi.
Alat CASE telah dikembangkan penggunaannya dalam perencanaan, anaIisis, disain, dan implementasi.
Sebagian besar aktivitasnya terjadi pada area disain dan anaIisis,
dimana alat seperti KnowledgeWare's lEW (Information Engineering Workbench) dan Index Technology's EXCELERATOR
terutama digunakan untuk menggambar DFD dan membuat deskripsi kamus data. Alat analisis dan
disain ini disebut alat front‐end atau upper‐ CASE. Aktivitas lainnya ditujukan pada fase pengimplementasian, dimana
alat seperti KnowledgeWare's Gamma dan Pansophic System's Telon digunakan untuk menghasilkan kode komputer.
Istilah back‐end dan lower‐CASE digunakan untuk mendeskripsikan alat implementasi ini. Sebagian kecil
aktivitas ditujukan pada fase perencanaan, namun alat CASE, Texas Instrument's IEF (Information Engineering
Facility), dapat digunakan untuk perencanaan, anaIisis, disain, dan implementasi.
Keuntungan Menggunakan CASE.
CASE adaIah aIat yang sangat baru, sehingga perusahaan belum dapat melihat bukti produktivitasnya seperti yang diharapkan. Namun, yang dilihat perusahaan hanyalah perpindahan fase muatan kerja dari fase dalam siklus hidup sistem menjadi fase baru. Dengan menyediakan waktu lebih banyak pada fase perencanaan, anaIisis dan disain, perusahaan dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk tahap pengimplementasian. Perusahaan percaya bahwa ia akan dapat menghemat waktunya selama fase operasi karena pemeliharaan sistem lebih mudah.
CASE adaIah aIat yang sangat baru, sehingga perusahaan belum dapat melihat bukti produktivitasnya seperti yang diharapkan. Namun, yang dilihat perusahaan hanyalah perpindahan fase muatan kerja dari fase dalam siklus hidup sistem menjadi fase baru. Dengan menyediakan waktu lebih banyak pada fase perencanaan, anaIisis dan disain, perusahaan dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk tahap pengimplementasian. Perusahaan percaya bahwa ia akan dapat menghemat waktunya selama fase operasi karena pemeliharaan sistem lebih mudah.
Kesimpulan
Evolusi sistem berbasis komputer mengikuti suatu pola
yang disebut siklus hidup sistem, yang terdiri dari tahap perencanaan,
analisis, rancangan, dan penerapan serta penggunaan.
Tahap analisis dimulai dengan pengumuman kepada para
pegawai dan dibentuknya tim proyek. Kegiatan yang dilakukan yaitu pemakai mendefinisikan
kebutuhan informasi, menentukan kriteria kinerja, menyiapkan usulan rancangan
untuk merancang sistem baru.
Tahap rancangan mulai saat analis terlibat dalam
rancangan sistem yang terinci, dengan menggunakan teknik-teknik dan peralatan
terstruktur yang mendokumentasikan proses dan data.
Tahap penerapan melibatkan para spesialis informasi
lainnya, pemakai tambahan dan mungkin orang luar seperti konsultan dan
kontraktor.
Setelah tahap penggunaan dimulai, analis sistem dan
auditor internal melaksanakan penelaahan pasca penerapan, yang diulang secara
berkala sepanjang umur hidup sistem. Spesialis informasi juga melakukan
pemeliharaan sistem.
Meskipun siklus hidup sistem
mewakili bentuk dasar dari kerja sistem, siklus hidup sistem terpengaruh perubahan
metodologi lain yang menekankan penggunaan peralatan pengembangan berbasis
komputer. Salah satunya yaitu rapid application development – RAD yang menyatukan baik
CASE maupun prototyping.
Komentar
Posting Komentar